Hidupgaya – Bukan hal yang mudah merancang dan memproduksi berbagai macam tas yang menarik. Hal tersebut pun dirasakan oleh Putri Permana pemilik merek Latiefa Bags dalam membuat tas eksklusif.
Sejak 2008 Putri memulai bisnis ini, hingga akhirnya ia ingin melebarkan sayapnya dengan mengikuti ajang panggung mode di Den Haag, Belanda mengusung tema “Authentic Series”.

Di Belanda nantinya Putri akan mengusung tenun Troso Jepara dalam koleksi tasnya. Sentuhan kain Indonesia pada koleksinya tersebut akan diwujudkan ke dalam enam desain tas yang berbeda.
“Dari bahan sampai jadi satu tas itu dua hari untuk membuat tas yang eksklusif. Kalau yang biasa saja sehari bisa sampai lima tas. Yang untuk tas suvenir bisa lebih banyak lagi,” ujar Putri.
Mengapa memilih kain tenun Troso? Menurutnya, kain tenun Troso dari Jepara memiliki corak dan motif yang menarik. “Sekarang banyak banget yang mengangkat kain Troso, tapi kebanyakan untuk baju saja. Untuk tas sudah ada, tapi belum banyak. Saya bikin tas untuk pesta dari tenun Troso, jadi kalau orang lihat mereka mengenali ini bikinan Putri,” imbuhnya.
Selain memilih tenun Troso dari Jepara, Putri juga menyesuaikan desain dan warna yang tepat untuk pangsa pasar internasional, khususnya di negeri Kincir Angin.
“Bule suka yang simpel, glamor tapi jangan banyak warna. Orang tahunya tenun Troso itu warna warni, motifnya heboh. Saya angkat yang motifnya unik. Hanya satu warna jadi sekilas terlihat simpel,” jelas Putri.
Harga tas yang dibuat Putri Permana dihargai mulai Rp1,5 juta hingga Rp4 juta. Agak lebih mahal ketimbang tas yang biasa dibuatnya, yaitu antara Rp500 ribu hingga Rp2 juta.
Tak hanya untuk pergelaran busana, Putri juga meramaikan bazaar dengan membawa 30 tas yang semuanya mengangkat tentang keragaman budaya Indonesia. (HG)
