Hidupgaya – Industri e-commerce di Indonesia kini mengalami perubahan tren menuju mobile social commerce, dengan mengombinasikan tingginya penetrasi penggunaan perangkat mobile dan social media.
Situasi ini sejalan dengan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi pada tahun 2015, yang menemukan adanya pertumbuhan aktivitas berbelanja online menggunakan perangkat mobile sebesar 164 persen dari tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Singpost juga menjelaskan bahwa di tahun 2014, sebanyak 27 persen transaksi online masyarakat Indonesia dilakukan melalui media sosial.
Nah, Shopee, sebagai marketplace mobile yang tengah naik daun, menempatkan kedua unsur tersebut sebagai inti dari bisnis perusahaan, yang mendukung tercapainya total nilai transaksi yang signifikan sebesar US$1,8 miliar di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan.
“Saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu pasar terbesar kami, dengan kontribusi mencapai 40 persen dari keseluruhan bisnis perusahaan serta unduhan aplikasi mencapai 7 juta kali. Pencapaian ini merupakan refleksi kesiapan masyarakat Indonesia untuk memasuki era mobile social commerce yang lebih praktis dan ringkas,” kata CEO Shopee Chris Feng di sela-sela perhelatan Tech in Asia Conference Jakarta, baru-baru ini.
“Dengan kombinasi aplikasi mobile dan social media, kami berupaya untuk menjawab beberapa tantangan yang muncul dari layanan online marketplace yang telah ada, melalui dukungan logistik gratis ongkos kirim, sistem pembayaran yang aman, dan jaminan produk berkualitas,” imbuh Chris seraya menambahkan, “Dengan hal ini, kami berharap dapat terus memaksimalkan dukungan terhadap para penjual kami dalam memasarkan produknya dan menghubungkan dengan pelanggan potensial di pelosok Indonesia.”
Hasil penjualan yang signifikan juga didapatkan di beberapa negara lainnya di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan. Sejak Desember 2015 lalu, aplikasi Shopee telah diunduh sebanyak 25 juta kali, dengan jumlah transaksi yang diterima setiap harinya mencapai 250 ribu transaksi di kawasan ini.
Shopee juga melaksanakan beberapa inisiatif untuk menghadirkan wadah online marketplace yang terpercaya dan dapat diandalkan oleh konsumen. Shopee melaksanakan program gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia, untuk menjawab keluhan masyarakat mengenai tingginya biaya pengiriman barang, khususnya ke daerah terpencil.
Selain itu, Shopee juga menciptakan aplikasi yang aman, mudah digunakan, dan kaya dengan fitur sosial, misalnya in-app chat yang memungkinkan pembeli dan penjual berinteraksi secara langsung dan instan; trending hashtag yang menampilkan produk populer di pasar; serta fitur timeline, dimana pembeli bisa secara instan mendapatkan informasi produk terbaru yang ditawarkan oleh penjual.
Tak hanya memaksimalkan fungsi app-nya, Shopee juga secara konsisten melaksanakan berbagai perayaan belanja untuk mendorong terciptanya aktivitas m-commerce di Indonesia.
Salah satunya adalah melalui “Mobile Shopping Day”, yaitu perayaan belanja melalui ponsel yang telah dilaksanakan pada 10 Oktober lalu, yang mencatat peningkatan transaksi jual beli mencapai 350 persen serta lebih dari 3 juta produk terjual dari 51.000 penjual yang berpartisipasi.
“Shopee percaya inisiatif-inisiatif tersebut dapat mendukung usaha pemerintah untuk mengembangkan industri e-commerce di Indonesia lebih pesat lagi,” kata Chris.
Ke depannya, Shopee akan terus memperbaiki aplikasi mobile dengan menghadirkan fitur-fitur yang dapat mempermudah proses transaksi online serta memperluas jangkauan konsumen kami.
“Di masa mendatang, kami juga ingin mengukuhkan diri sebagai pemimpin di pasar mobile social marketplace di kawasan Asia Tenggara,” pungkas Chris. (HG)