Hidupgaya – Ivan Gunawan mencuri perhatian dengan menampilkan koleksi ‘Karma’ di perhelatan Indonesia Fashion Week 2016 yang berakhir Minggu, 13 Maret silam.
Untuk koleksinya kali ini, Ivan terinspirasi dari sebuah buku yang berjudul Karma, di mana setiap koleksinya menonjolkan kekuatan dan keindahan.

Kali ini, Ivan mengusung kain tradisional, yaitu kain Tapis Krui Antik kebudayaan Lampung dan kain Batik Sidomukti dari tanah Jawa. Dari dua babak, sebanyak 24 set busana hadir di panggung IFW 2016 di hari ketiga. Dia membagi 24 busana dalam 10 pakaian laki-laki dan 14 busana perempuan.
Melalui tangan kreatifnya, desainer otodidak ini ‘menyulap’ kain tradisional menjadi lebih modern, seksi dan kuat. Selain kain tapis dan batik yang menjadi material utamanya, Ivan juga mengkreasikan ornamen kulit.
Dia memadukan kain tersebut dengan kain lainnya seperti kain lace, brokat, polyester blend, kulit sapi asli dengan motif timbul kulit buaya. Sementara, beberapa item fashion yang dipamerkannya antara lain, jumpsuit, gaun panjang, cape, celana palazzo, atasan berlapel blazer, rok pensil dan atasan kemben.

Selain itu, ada juga blazer, jaket panjang, kemeja super longgar atau oversized blouse, celana loose fit, celana palazzo, dan celana slim fit.
Pesan Rambut dari Korea untuk Dandani Model
Pria yang akrab disapa Igun ini harus melakukan persiapan khusus. Salah satunya adalah memesan langsung rambut dari Korea untuk tata rambut para model.

Untuk gaya tata rambut para model di fashion show, Igun dibantu oleh hairdresser Chandra Gupta. “Semua rambut yang dikenakan oleh model, khusus pesan langsung dari Korea Selatan rambut asli yang dipotong langsung,” papar Igun.
Mengapa Igun mau repot-repot memesan rambut dari Korea yang kata dia pengerjaannya lebih ribet ketinbang menyiapkan koleksi ‘Karma’, ternyata perancang ini ingin menyaksikan pergelaran busananya berjalan ‘sempurna’.
“Aku kalau lihat Milan, Paris, New York Fashion Week selalu sadar rata-rata para model itu gaya tatanan rambutnya selalu berganti-ganti konsep sehingga sampai tidak dikenali. Model kan harusnya seperti itu. Dia harus bisa menyatu dengan busana yang dikenakannya,” tandas Igun.

Saat ditanya, untuk siapa koleksi ‘Karma’ ini dibuat, separuh bercanda Igun menjawab, “Buat yang memiliki daya beli (uang) saja. Siapa saja boleh mengenakan koleksi ‘Karma’ asalkan mampu membelinya. Karena koleksi ini memang agak mahal.”

Pergelaran busana ‘Karma’ oleh Ivan Gunawan ini didukung oleh maskapai penerbangan Singapura, Singapore Airlines (SIA). Selain Ivan Gunawan, SIA juga berkolaborasi dengan desainer Indonesia Soko Wiyanto, desainer Malaysia Dato Sri Raja Rezza dan duet desainer Rizman dan Ruzaini.***