Melakukan kebiasaan baik bisa dimulai dari skala rumah tangga. Selanjutnya, sebisa mungkin menularkan ‘virus’ kebiasaan baik itu ke lingkungan terdekat, yaitu tetangga.

CTPS

Hal itu diakui oleh Hukma, ibu rumah tangga asal Kelurahan Tallo RW 2 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang tiada bosan meminta suaminya, Yusuf, untuk mencuci tangan dengan sabun.

“Setiap pulang kerja suami saya memang cuci tangan, tapi pakai air saja, tak pakai sabun. Alasannya buang-buang air dan buang waktu kalau pakai sabun, karena harus membilas. Maklum, air termasuk barang langka di wilayah kami,” kisah Hukma di sela-sela penganugerahan Keluarga Terbaik Program Sunlight Living Challenge  (SLC)  di Jakarta, baru-baru ini.

Ucapan Hukma itu diiyakan Yusuf. “Suatu ketika saya lihat, air bekas cuci tangan hitam. Wah, bahaya itu,” ujar Yusuf sembari tertawa.

Sejak itu, pria bertubuh subur ini membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun.

“Sulit awalnya mengajak bapak cuci tangan pakai sabun. Begitu melihat sendiri air bekas cucian yang hitam, bapak akhirnya mau,” timpal Hukma.

Pasangan Yusuf-Hukma menjadi satu dari enam pemenang utama SLC yang dihelat sejak Juni 2014 hingga September 2014.

SLC tahun ini membidik total 50 keluarga pada lima kota besar yakni Jakarta, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya. SLC memunyai tiga pilar tantangan yang sejalan dengan program besar Unilever Sustainable Living Project (USLP) sejak 2013 yakni kesehatan dan kesejahteraan, lingkungan, dan pengembangan komunitas.

General Manager Yayasan Unilever Peduli Sinta Kaniawati di kesempatan sama mengatakan, keluarga bisa menularkan begitu banyak kebiasaan kecil untuk kesehatan yang lebih terjamin kepada sesama anggota keluarga maupun masyarakat sekeliling. “Selain mencuci tangan dengan sabun, kebiasaan lain yang juga berpengaruh besar adalah menyikat gigi dua kali sehari sehabis makan pagi dan sebelum tidur malam,” ujarnya.

Aktivitas lain yang tak kalah penting adalah memilah sampah organik dan non-organik, membersihkan kamar mandi dan toilet minimal seminggu sekali. Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus tanpa putus dalam 21 hari, sebut Sinta, maka kebiasaan kecil tersebut bisa menjadi kebiasaan seseorang selamanya.

Selain pasangan Yusuf dan Hukma, empat pemenang pertama SLC 2014 dari masing-masing kota adalah keluarga Samsi (Surabaya), keluarga Arif Mulyawan (Jakarta), keluarga Kuswanto (Yogyakarta), dan keluarga Jamahi Saragih (Medan).

Sementara, keluarga Totok Suryoto tercatat sebagai karyawan Unilever Surabaya yang turut memenangkan SLC.

Setiap pemenang berhak mendapat hadiah uang tunai Rp 1,5 juta, serta dana stimulan Rp 10 juta, yang akan digunakan untuk menjalankan program bank sampah di lingkungan masing-masing.