Kesehatan saluran cerna penting dalam tumbuh kembang anak lho. Orangtua sebaiknya tak mengabaikan kesehatan saluran cerna anak jika mendambakan buah hati mengalami tumbuh kembang optimal.

probiotik

Kita tahu, proses pencernaan mulai terjadi di mulut, dimana sebaiknya makanan dikunyah 32 kali. Selanjutnya, makanan akan menuju lambung, dipecah oleh enzim menjadi partikel kecil yang selanjutnya akan diserap usus kecil.

Prof. Dr. Muhammad Juffrie, PhD Sp.A(K), Ketua UKK Gastro Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan,  di usus kecil, karbohidrat dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi. Sedangkan protein dipecah menjadi asam amino sebagai pembangun sel.

Protein diubah menjadi asam amino untuk pertumbuhan tulang, otak, dan otot. Kemudian lemak diemulsi empedu dan dipecah jadi asam lemak yang masuk ke darah dalam tubuh dan digunakan untuk menyusun sel.

Prof Juffrie  menambahkan, di saluran cerna juga tumbuh bakteri yang membantu kesehatan saluran cerna. Bakteri baik ini dikenal dengan nama probiotik, yang bertugas menjaga saluran cerna dari ancaman bakteri yang bersifat patogen alias bakteri jahat.

Pada bayi, bakteri baik diperoleh dari jalan lahir ibu jika si bayi dilahirkan normal (per vaginam). Pada bayi yang terlahir caesar, tak mengalami paparan bakteri baik dari ibu.

“Koloni bakteri baik pada bayi yang terlahir melalui bedah caesar cenderung terlambat dibandingkan bayi yang lahir normal. Koloni bakteri baik bisa dikejar saat usia bayi yang lahir melalui bedah caesar berusia sebulan. Makanya usia sebulan pertama bayi yang lahir caesar rentan terkena sakit saluran cerna,” urai Prof Juffrie di sela-sela acara Bebelac Relaunch Press Conference di Jakarta, baru-baru ini.

Selain bertugas melawan bakteri jahat di usus, probiotik juga berguna dalam metabolisme tubuh serta memicu sistem kekebalan tubuh.

Untuk menunjang kehidupan probiotik, Prof Juffrie menyarankan bayi mendapatkan air susu ibu. “ASI banyak mengandung prebiotik (istilah yang dipakai untuk makanan probiotik) karena kaya oligosakarida,” ujarnya.

Oligosakarida juga bisa didapat dengan mengonsumsi apel, pisang, bengkuang, bawang putih, dan bawang bombay.