Lion Group memutuskan untuk menggunakan mesin CFM56-5B dari CFM International untuk menggerakkan 60 armada Airbus A320ceo. Kesepakatan tersebut bernilai lebih dari USD 1,2 miliar.

Lion Air2

Pemesanan mesin ini telah diumumkan pada Maret 2013. Perusahaan asal Jakarta, Indonesia, Lion Group telah menjadi pelanggan CFM sejak tahun2000 dan baru-baru ini menerima penyerahan pesawat Boeing 737 bertenaga CFM56-7B yang ke-100.

“Pilihan kami untuk menggunakan mesin  CFM56 – 5B untuk A320ceo adalah bagi kami merupakan pilihan yang tepat,” ujar Pendiri dan Presiden Direktur Lion Group, Rusdi Kirana, akhir Januari lalu.

Dia menambahkan, “Meskipun kami memperkenalkan jenis mesin yang baru secara keseluruhan, namun mesin tersebut berasal dariperusahaan yang telah bersama kami sejak awal. Hubungan kami dengan CFM telah tumbuh seiring dengan perkembangan maskapai kami dan kami yakin bahwa mesin ini akan memberikan kombinasi kelas dunia dari efisiensi ekonomi, keandalan danwaktu pada sayap yang akan membantu mewujudkan rencana kami untuk terus berkembang.”

“Pemesanan terbaru ini sebagai bukti atas hubungan baik yang telah kami bangun dengan Lion Group,” kata Presiden dan CEO CFM, Jean-Paul Ebanga. “Seperti yang kita lihat pertumbuhan pada penerbangan komersial di Asia ini cukup pesat, kami bangga menjadi bagian dari tim Lion karena membantu dalam mendefinisikan jenis armada dengan biaya terjangkau di wilayah ini.”

“Tim manajemen Lion Group telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk menempatkan maskapai ini pada posisi yang sempurna untuk pertumbuhan yang berkelanjutan untuk jangka panjang,” kata Wakil Presiden Penjualan untuk CFM, induk perusahaan GE Aviation, Kevin McAllister. “Pengakuan mereka atas nilai dari CFM dan lini produk CFM56, membawa kegiatan operasional mereka sangat memuaskan, dan kami berharap untuk masa depan dengan antisipasi yangbesar.

Semua mesin baru Lion Group akan menjadi konfigurasi mesin CFM56-5B Paket Peningkatan Kinerja (Performance Improvement Package/PIP). PIP menjadi konfigurasi produksi baru untuk CFM56-5B pada tahun 2011. Penyempurnaan ini menyediakan peningkatan sebesar0,5% pada pembakaran bahan bakar, termasuk perubahan perangkat keras (hardware) sampai ke pusatnya, termasuk termasuk pisau turbin bertekanan tinggi yang baru, serta manufaktur perubahan kipas, kompresor pisau dan baling-baling untuk meningkatkan retensi kinerja.

Mesin tersebut mempertahankan suara yang sama sebagai mesin produksi saat ini danmemenuhi International Civil Aviation Organisation (ICAO), standar Komite Perlindungan Lingkungan Penerbangan (Committee of Aviation Environmental Protection (CAEP /6)) sebagai kebutuhan saat ini.