Sebanyak 89 wanita inspiratif yang percaya diri dan telah berhasil memberikan perubahan bagi diri sendiri dan orang lain mendapatkan penghargaan Tupperware She Can Award 2013.
Marketing Manager Tupperware Nurlaila Hidayati menyatakan para perempuan itu dinilai mampu memberikan perubahan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya.
Kriteria perempuan yang mendapatkan penghargaan itu adalah enlighten (mencerahkan), educate (mendidik), dan empower (memberdayakan) yang sesuai dengan filosofi Tupperware.
Nurlaila menambahkan, pemberian penghargaan dilakukan sekali dalam dua tahun. “Mengusung tema Seiring sejalan memimpin dengan nurani, tahun ini Tupperware ingin menyampaikan pesan kepada kaum wanita bahwa meski tidak selalu berada di baris terdepan, namun mereka adalah teman seiring dalam keluarga untuk meraih kehidupan yang lebih baik, bahkan bisa berperan aktif dalam lingkungan dan masyarakat,” kata dia dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.
Pemberian penghargaan tersebut, katanya, merupakan wujud apresiasi terhadap karya dan kontribusi positif kaum wanita di Indonesia.
Pihaknya juga mengenalkan sosok inspiratif yang bisa menjadi teladan bagi para wanita lainnya, sehingga ke depan Indonesia bisa memiliki semakin banyak perempuan hebat yang mampu seiring sejalan memimpin dengan nurani.
Wanita inspiratif itu berasal dari kalangan pengusaha, aktivis sosial, pendidikan, lingkungan, kesehatan, perancang mode, perancang perhiasan dan lainnya.
Penghargaan Tupperware She Can dimulai sejak 2008 dan sampai sekarang sudah 181 orang yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Tahun ini, sebanyak 89 perempuan terpilih akan mendapatkan donasi total Rp 3 miliar.
Tak dapat dimungkiri, wanita memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia, karena mereka adalah sosok yang berjasa dalam melahirkan dan membesarkan generasi penerus yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan.
Pakar pendidikan sekaligus Ketua Harian UNESCO Indonesia, Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. yang hadir dalam acara konferensi pers Tupperware She Can Award 2013, mengatakan sejak dulu, Indonesia memiliki wanita-wanita hebat dan tangguh yang mampu mendobrak batas. “Mereka menjadi pemimpin yang membimbing keluarga dan bahkan sesamanya dengan nurani dan ketulusannya. Dengan memiliki kaum wanita yang berkarakter kuat, Indonesia dapat menjadi bangsa yang kuat,” ujarnya.
Sejarah mencatat, Indonesia pernah memiliki sosok wanita pemimpin bernama Keumalahayati yang merupakan laksamana laut wanita pertama di dunia asal tanah Aceh. Karena kecintaannya yang begitu besar terhadap keluarga dan tanah kelahirannya, Ia berani menembus batas sosial dan menjadi pemimpin armada Aceh yang semua prajuritnya terdiri dari kaum janda yang suaminya gugur dalam Perang Teluk Haru.

