Untuk tampil cantik tak harus kejam. Tahukah Anda, bahwa untuk memastikan produk kosmetik bisa digunakan dengan aman, sejumlah produsen kosmetik masih melakukan uji coba produknya pada hewan?

no-animal-testing

Head of Corporate Communication The Body Shop Indonesia Rika Anggraini mengatakan untuk mendapatkan satu produk kosmetik paling tidak dibutuhkan 2 ribu hingga 3 ribu hewan sebagai bahan percobaan. Hewan uji ini umumnya tikus putih (mencit) atau kelinci, yang dimasukkan suatu bahan ke tubuhnya untuk mengetahui dampaknya dalam jangka panjang. “Bahkan ada juga yang diujicobakan pada hewan yang sedang hamil untuk mengetahui dampak produk pada janin,” kata Rika dalam temu media di Jakarta, Senin (16/9).

Setelah dua tahun akan diperiksa kemungkinan sel-sel kanker yang muncul pada hewan tersebut. Setelah melakukan berbagai uji coba lainnya,  hewan tersebut akan dibunuh.

Terkait dengan hal itu, perusahaan kosmetik asal Inggris The Body Shop bersama organisasi pembela hewan Cruelty Free International mendesak pemerintah negara-negara ASEAN melarang penggunaan dan uji coba bahan kosmetik pada hewan.

Kampanye tersebut merupakan kampanye tahunan The Body Shop bertajuk “Against Animal Testing”, salah satu yang menjadi nilai bisnis perusahaan Inggris tersebut dalam menjalankan usaha.

Rika menambahkan, sejak 11 Maret 2013 uji coba terhadap hewan ini telah dilarang di Uni Eropa.

The Body Shop Indonesia aktif berkampanye melarang uji coba produk kosmetik pada hewan, dengan cara mengumpulkan tanda tangan (pledge) dari para konsumen. “Tahun ini kami targetkan 15.000 tanda tangan, naik dari 10.000 tanda tangan yang kami kumpulkan tahun lalu,” ujarnya.

Nantinya hasil pengumpulan pledge itu akan diserahkan ke Cruelty Free International dan perwakilan ASEAN pada Oktober, bersamaan dengan penyerahan pledge oleh negara-negara lain dengan target satu juta tanda tangan.