Hasil riset kecantikan yang dilakukan oleh Dove di 25 negara termasuk Indonesia dengan melibatkan lebih dari 5000 perempuan mengungkap bahwa tekanan terbesar bagi perempuan datang dari dirinya sendiri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh produsen perawatan kulit secara global, diperoleh hasil bahwa 59% perempuan mengakui bahwa mereka merasa tertekan untuk menjadi cantik. Dari data tersebut, 32% perempuan mengakui bahwa tekanan mengenai kecantikan paling besar adalah berasal dari tekanan yang diberikan oleh diri mereka sendiri, diikuti dengan tekanan dari masyarakat (12%), tekanan dari keluarga dan teman (9%) dan tekanan dari media (6%).
“Perempuan tidak melihat diri mereka cantik sebagaimana orang lain melihat mereka. Perempuan cenderung tidak menyukai penampilan mereka sendiri,” kata Eva Arisuci Rudjito, Marketing Manager Skin Cleansing – Unilever Indonesia saat memaparkan hasil survei tersebut di Jakarta, baru-baru ini.
Ketika perempuan ditanya tentang bagaimana mereka terlihat, lebih dari setengah (54%) perempuan secara global atau setara dengan 672 juta orang perempuan setuju bahwa mereka adalah kritikus kecantikan diri yang terburuk.
Sementara 80% perempuan setuju bahwa setiap perempuan memiliki kecantikannya sendiri tapi mereka tidak dapat melihat kecantikan diri mereka sendiri dan 64% perempuan merasa kurang percaya diri dalam hal kecantikan yang mereka miliki.
Walaupun demikian, mayoritas perempuan secara global merasa yakin dengan diri mereka sendiri (75%) dan 63% perempuan merasa pada kondisi yang terbaik ketika mereka memperhatikan penampilan. “Sebagian besar perempuan Indonesia tidak merasa bahwa dirinya cantik,” kata Eva.
Hasil riset menunjukkan, hanya 4% perempuan Indonesia merasa dirinya cantik. Perempuan Indonesia mengakui bahwa mereka merasa tertekan untuk tampil cantik (57%), 36% dari mereka mengakui bahwa mereka adalah kritikus terburuk terhadap penampilan mereka dan 37% mengakui bahwa mereka belum memaksimalkan potensi kecantikan yang mereka miliki.
