Lanjut ke konten

Tenun NTT Tampil Chic di Tangan Desainer Salsabilla Amari

20/09/2018

Hidupgaya – Tenun seolah tiada habisnya untuk dieksplorasi. Di tangan desainer fesyen Tanah Air, karya tangan-tangan terampil perajin tenun di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelma menjadi produk bernilai tinggi.

Salah satu desainer Tanah Air yang tengah gencar mengolah kain tenun NTT adalah Yurita Puji. Melalui tangannya, kain tenun menjelma menjadi busana cantik yang terlihat elok saat dikenakan.

Nah, masih mengolah tenun sebagai karya fesyen, kali ini Yurita Puji berkolaborasi dengan desainer muda Salsabilla Amari, mahasiswa di London College of Fashion di London, Inggris, mengambil jurusan Fashion Buying and Merchandising.

Kolaborasi ini berawal dari magang saat libur musim panas di Juli 2018 di butik Yurita Puji, Salsa (yang kini sudah memiliki brand Sadie), selama ini berpikir kalau bicara kain tradisional selalu batik. Sejak magang semakin terbuka kalau masih banyak kain tradisional yang belum ia kenal.

“Selama ini saya suka mendesain baju tidak pernah terpikirkan untuk menggabungkan kain tradisional ke dalam desain-desian saya. Yang terpikir kalau mendengar kain tradisional itu pasti batik,” ujar desainer belia yang menapak usia 19 tahun.

Menurutnya, tenun NTT memiliki corak yang khas. “Terlihat sangat modern dan cocok untuk dipakai semua umur. Apalagi warna dan coraknya keren,” bebernya.

Dalam kolaborasi dengan Yurita, Salsa merilis koleksi perdana ready to wear sebanyak 12 look. Yurita menilai desain Salsa terlihat edge ketika dikenakan oleh perempuan berjiwa muda.

Yurita bahkan tak segan memuji ide kreatif ‘anak asuhnya’ itu. “Saya dulu tidak sempat merasakan sekolah fesyen yang bagus, kalau ada anak punya kesempatan yang seperti itu harus semangat karena sekolah seperti itu mahal. Selain belajar formalnya, kita harus belajar cara masuk ke market cara kerja di lapangannya. Salsa ini anak yang punya kesempatan dan mau belajar, mau saya arahin dan kasih tahu, setidakmya berdasarkan pengalaman saya,” ujarnya.

“Saya juga ingin mengajari bisnis karena kalau di ‘lapangan’ beda dengan teori. Persaingan juga ketat dan cobaannya juga banyak,” imbuhnya.

Dalam koleksi perdananya, Salsa mengeksplorasi antara lain kain tenun dari Flores, Sumba, Alor, Maumere.

Koleksi yang ditampilkan tidak hanya bermain dengan tone warna gelap saja, tapi terkadang juga dengan warna putih. Blus warna putih misalnya dipadu dengan aksen kain tenun pada kantong dan manset lengan tetap terlihat ringan serta menarik.

Salsa juga membuat koleksi yang cocok digunakan untuk afternoon tea dengan gayanya yang santai tapi tetap chic.

Bisa dibilang, karya desainer fesyen muda usia ini bisa dikenakan di segala suasana, misalnya sebuah busana dapat dikenakan untuk hang out dengan gaya yang seksi tapi tetap manis karena penempatan motifnya yang pas. Setuju ya? (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

One Comment
  1. Anwar permalink

    Bangga melihat anak muda terus belajar menggabungkan unsur tradisional dalam karyanya, sebuah pilihan yg cerdik dan berkelas….
    Karena lebih mudah
    memahami histori karya seni t
    Tradisional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: