Skip to content

Tips Pilih Popok Aman untuk Lansia

06/06/2016

Hidupgaya – Usia tua biasanya mengalami sejumlah gangguan kesehatan, baik sepele maupun serius. Salah satu gangguan kesehatan yang terkesan sepele yang dialami oleh manula adalah keinginan buang air kemih yang tidak tertahankan, yang lazim disebut inkontinensia urine.

Akibat gangguan berkemih yang sulit dikendalikan ini, para lansia biasanya malas bergaul atau menarik diri dari pergaulan karena merasa malu ‘bau pesing’ akan tercium orang-orang di sekelilingnya.

Inkontinensia urine2

Menurut dokter spesialis urologi RSPAD Gatot Soebroto, Nugroho Budi Utomo, inkontinensia urin merupakan salah satu gangguan dalam sistem urin, yaitu kesulitan menahan buang air kecil yang disebabkan oleh melemahnya otot-otot kandungan  kemih.

“Inkontinensia urin merupakan gangguan sistem urin yang biasa terjadi pada lansia, namun di usia muda juga bisa terjadi. Atau bisa juga dikatakan, inkontinensia urin adalah kesulitan dalam menahan buang air kecil karena otot-otot kandungan kemih melemah,” ujar Nugroho di sela-sela acara peluncuran ulang Confidence Adult Diapers Premium di Jakarta, baru-baru ini.

Ada tiga jenis inkontinensia urine, yaitu:

1. Overflow, yaitu urine dalam kandungan kemih sudah terlalu penuh, gejalanya rasa tidak puas setelah kencing karena urin sedikit keluar dan pancarannya lemah.

2. Stres, saat batuk, tertawa, atau bersin, urine akan keluar karena terjadinya peningkatan tekanan dalam perut.

3. Urge, ditandai dengan ketidakmampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih muncul, karena otot kandungan kemih (otot destrusor) tidak stabil.

Solusi untuk mengatasi gangguan berkemih biasanya dengan memberikan obat untuk mengontrol inkontinensia urine. Namun jika obat tidak mampu mengatasi gangguan ini, dokter umumnya akan menyarankan tindakan operasi.

Namun tak sedikit warga lansia yang tidak bisa minum obat karena alasan tertentu. Untuk kasus semacam ini pemakaian popok dewasa disarankan. Namun bukan sembarang popok, karena popok yang tidak berkualitas akan mudah bocor dan menimbulkan iritasi kulit.

“Pilihlah popok dewasa yang telah teruji secara klinis aman digunakan, memiliki saya serap cairan yang baik dan tidak menyebabkan iritasi kulit,” kata Nugroho.

Nugroho mengingatkan, popok dewasa bisa menjadi kawan atau lawan. Ini bergantung pada bagaimana kita memilih dan menggunakannya. “Pilih  popok dewasa sesuai ukuran. Pastikan memilih popok yang menyerap keringat. Sebab, bahan popok dewasa yang tidak menyerap keringat membuat keringat tersebut  bercampur dengan urine, yang bisa menimbulkan infeksi,” tandas Nugroho.

Jangan lupa untuk mengganti popok dewasa setiap 5-6 jam sekali untuk mencegah ruam atau iritasi kulit. Hal ini berlaku bahkan pada popok yang memiliki daya serap tinggi. (www.dokterdigital.com)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: